Senin, 26 Mei 2008

Pandai-Pandailah Memilih Alat Kontrasepsi

Pandai-Pandailah Memilih Alat Kontrasepsi
2004-03-08 14:27:35 (Lis Sinsin)

Tugas perempuan tidak hanya hamil! Begitu pendapat perempuan pada zaman sekarang. Bahkan kalau perlu, perempuan bisa menentukan kapan ia hamil dan berapa jumlah anak yang diinginkan. Sekarang tersedia banyak alat kontrasepsi, termasuk kondom rasa strawberry.

Pada zaman dulu, perempuan umumnya melahirkan anak yang banyak dan jaraknya sangat berdekatan. Bahkan di daerah Jawa Barat dikenal istilah “tunji (sataun hiji)” yang artinya tiap tahun perempuan dapat melahirkan satu anak. Lihat saja nenek dan buyut kita. Mereka mempunyai anak 9-11 orang. Jika kondisi ini dibiarkan, berapa jumlah penduduk Indonesia nantinya?

KUALITAS HIDUP PEREMPUAN

Alasan itu yang menyebabkan munculnya program keluarga berencana (program KB). Pada awalnya, tujuan utamanya adalah membatasi jumlah kelahiran dan menjarangkan kelahiran. Di tengah perjalanan, ternyata banyak manfaat yang dapat dipetik dari program KB. Dengan ber-KB ternyata lebih mensejahterakan ibu hamil. Sang ibu dapat memberi perhatian lebih baik kepada kehamilannya dan mencurahkan perhatian kepada anak-anaknya. Selain itu, ibu terhindar dari risiko perdarahan karena sering melahirkan dan risiko kematian akibat persalinan.

Perempuan sekarang menuntut peran yang lebih dari sekadar hamil, melahirkan, menyusui, dan membesarkan anak. Perempuan zaman sekarang ingin bersekolah lebih tinggi, ingin bekerja, ingin aktif di dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, ingin keharmonisan keluarga, ingin lebih percaya diri, dan ingin menikmati hubungan seks. Jadi, urusan mengatur kehamilan dan jumlah anak sebetulnya bukan sekadar urusan kuantitas (anak), juga soal kualitas kehidupan kaum perempuan.

Banyak anak dan sering hamil bisa dibilang akan menghambat tercapainya keinginan tersebut. Tak heran, Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 1997 (SDKI 1997) menunjukkan 72 persen perempuan zaman ini hanya menginginkan anak 2-4 saja.

Di sisi lain, pada zaman dulu yang menjadi target program KB adalah kaum perempuan. Sekarang, kaum laki-laki pun dituntut untuk aktif mengendalikan kehamilan istrinya. (Baca: Agar Sperma tak Jadi Perkara).

MEMILIH ALAT KONTRASEPSI

Senada dengan tuntutan di atas, kini produsen alat-alat kontrasepsi mulai melakukan consumer oriented dengan cara menyediakan alat-alat yang sesuai dengan keinginan konsumen. Jangan kaget bila dipasaran kini tersedia kondom rasa coklat atau kondom rasa strawbery, kondom perempuan, jelly, tisu KB, dan jenis-jenis alat kontrasepsi lainnya yang mungkin asing di telinga ibu-ibu kita. Variasi jenis alat kontrasepsi ini menambah daftar jenis alat kontrasepsi “klasik” seperti IUD, suntik, dan pil.

Telitilah sebelum membeli. Slogan itu juga berlaku dalam memilih alat kontrasepsi. Efektivitas dan efek sampingsejumlah alat kontrasepsi yang beredar di pasaran berbeda-beda. Pasangan usia subur (PUS) perlu mendapatkan pengarahan dari tenaga medis, baik bidan maupun dokter tentang hal ini. Bagi mereka yang mempunyai riwayat penyakit tertentu yang bisa menimbulkan kontraindikasi, tidak boleh sembarangan memilih alat kontrasepsi hormonal.

Jadi, sebaiknya penggunaan dan pemilihan alat kontrasepsi harus berkonsultasi dengan dokter. “Pemakaian alat kontrasepsi harus dievaluasi setiap bulan, paling tidak sekali dalam tiga bulan. Ini penting untuk mengetahui cocok atau tidaknya obat atau alat tersebut bagi peserta KB,”ujar Dr. Okky Sofyan, Sp.OG dari Rumah Sakit Bunda Jakarta. (lihat tulisan Pilih yang Mana?)

Kenyataan menunjukkan efektivitas alat kontrasepsi sering tidak didapatkan secara optimal. Banyak dijumpai, perempuan yang telah menggunakan alat kontrasepsi tetap hamil. Karena itulah para ahli kandungan menempatkan efektivitas atau daya guna alat kontrasepsi menjadi dua tingkatan sesuai dengan cara penggunaannya, yaitu efektivitas teori dan efektivitas praktek. Jika efektivitas praktek lebih rendah dibandingkan teori, hal itu disebabkan oleh faktor kelalaian dan ketidakhati-hatian si pemakai semata.

Saat ini jenis alat kontrasepsi dapat digolongkan menjadi 6 kelompok.

  1. Kontrasepsi tanpa menggunakan alat-alat/obat-obatan; termasuk di dalamnya senggama terputus, pembilasan pascasenggama, perpanjangan masa penyusui, dan pantang berkala.
  2. Kontrasepsi secara mekanis; meliputi kondom dan pessarium (diafragma vaginal dan carnival cap)
  3. Kontrasepsi dengan obat-obatan spermatisida; seperti suppositorium, jelly atau krim, tablet busa dan intravag (tissu KB)
  4. Kontrasepsi hormonal (pil dan implan)
  5. Kontrasepsi dengan Intra Uterine Device (IUD)
  6. Kontrasepsi mantap (sterilisasi); termasuk di dalamnya vasektomi dan tubektomi

Di antara berbagai jenis alat kontrasepsi tersebut, yang mudah di jumpai di apotik atau paling banyak dipilih pasangan muda adalah kondom, pil, suntik, susuk, IUD dan sterilisasi. Harganya bermacam-macam dan ditentukan oleh siapa yang memasangkan alat kontrasepsi tersebut.

Berdasarkan data SDKI 1997, jumlah perempuan menikah yang menggunakan alat kontrasepsi sebesar 57,4 persen dan yang tidak menggunakan sebesar 42,6 persen. Alat kontrasepsi yang populer adalah alat kontrasepsi modern (pil, IUD, suntik, kondom, implan dan sterilisasi) dibandingkan metode tradisional (seperti pantang berkala). Suntik dan pil merupakan alat kontrasepsi yang paling banyak dipakai. Diafragma dan tisu KB hanya digunakan dalam jumlah yang sangat kecil.

Yang menarik, sekitar 85 persen akseptor KB lebih memilih pelayanan bidan ketimbang tenaga medis lainnya. Mungkin ini disebabkan kultur perempuan Indonesia yang merasa lebih nyaman berkonsultasi dengan kaumnya sendiri. Boleh dikatakan penyebaran bidan yang sampai 73.526 orang di seluruh Indonesia turut mempermudah gerakan KB nasional.

Namun, bidan tetap saja mempunyai keterbatasan wewenang dalam memberikan pelayanan yang berkaitan dengan urusan kontrasepsi. Menurut Dr. Okky, dokter ahli kebidanan dan kandungan jelas mempunyai kewenangan terbesar untuk memberikan konsultasi dan pemasangan semua jenis kontrasepsi. Dokter umum hanya boleh memberikan konsultasi dan pemasangan alat kontrasepsi sampai tahap vasektomi saja dan tidak boleh melakukan tubektomi. Kewenangan bidan dibatasi pada lingkup pemberian pil KB, injeksi, kontrasepsi mekanik dan pemasangan IUD saja. “Seorang bidan tidak boleh melakukan tindakan yang bersifat operatif seperti yang dilakukan pada proses sterililisasi,” ujar Dr. Okky.

PIL JADI TREND

Meskipun data SDKI 1997 menyebutkan pil KB merupakan jenis kontrasepsi dengan ranking kedua digunakan oleh PUS, pengamatan di lapangan menunjukan pil KB lebih banyak dipakai dibandingkan jenis kontrasepsi lain. Salah satu penyebabnya adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pil relatif lebih murah. “Penggunaan Pil KB merupakan yang paling ekonomis,” kata Dr. Okky.

Hal senada juga diungkapkan oleh Nurdaniah, bidan yang selain sehari-hari bertugas di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta Selatan dan juga membuka praktek pemeriksaaan kehamilan dan konsutasi dan pemasangan alat kontrasepsi di rumahnya. Menurut Nurdaniah, kebanyakan peserta KB yang ditanganinya cendrung memilih pil ketimbang injeksi apalagi IUD.

Tren penggunaan pil KB ini juga dibenarkan oleh Kiswanto, Institusional Manajer PT Organon Indonesia, salah satu supplier alat-alat KB. Ia mengakui setidaknya penjualan Pil KB Organon sepanjang tahun 2001 mengalami peningkatan sebesar 15 persen dan diperkirakan penjualan tahun 2002 ini akan melejit menjadi 20 persen.

Besarnya potensi pasar pil KB di Indonesia mengundang perusahaan farmasi saling berkompetisi memperebutkan pasar. Produk luar negeri pun berebut masuk ke pasaran Indonesia. Contohnya di tahun 2001 lalu, pil KB buatan Cina berhasil memenangkan tender dan turut bermain dengan harga yang sangat bersaing.

Kemasan pil KB juga semakin berkualitas dan semakin meminimalkan efek samping. Contohnya, PT Organon Indonesia belakangan ini mengeluarkan pil KB baru seperti Marvlon 28, Mercilon 28 maupun Exluton dengan kualitas yang lebih unggul. Produk-produk ini dibuat dari generasi bahan baku pil KB generasi ketiga yang berasal dari akar tumbuh-tumbuhan.

JENIS-JENIS METODE KONTRASEPSI

Memilih alat kontrasepsi didasarkan pada beberapa pertimbangan berikut: efektivitasnya yang tinggi, tidak menimbulkan efek samping, daya kerjanya dapat diatur menurut kebutuhan, tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan hubungan seks, dan mudah digunakan. Pertimbangkan juga soal harga dan yang paling penting dapat diterima oleh pasangan Anda. Berikut adalah jenis-jenis alat kontrasepsi yang tersedia saat ini.

Senggama Terputus

Senggama terputus adalah cara mencegah kehamilan dengan menarik penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi. Cara ini merupakan cara kontrasepsi yang tertua dikenal manusia, dan mungkin masih merupakan cara yang paling banyak dilakukan sampai sekarang. Keuntungannya adalah cara ini tidak membutuhkan biaya dan persiapan. Kekurangannya adalah memerlukan pengendalian diri yang besar dari laki-laki, dan banyak laki-laki yang tidak bisa mengontrol emosionalnya.

Pembilasan Pasca Senggama

Pembilasan pascasenggama dilakukan oleh perempuan dengan cara membilas vagina dengan air biasa dengan atau tanpa larutan obat (cuka atau obat lainnya) segera setelah berhubungan seks. Maksudnya untuk mengeluarkan sperma secara mekanik dari vagina. Secara alami perempuan juga bisa mencegah kehamilan dengan cara memperpanjang masa menyusui.

Pantang berkala/sistem kalender

Pantang berkala yang juga diistilahkan dengan sistem kalender mula-mula diperkenalkan oleh Kyusaku Ogino dari Jepang dan Hermann Knaus dari Jerman sekitar tahun 1931. Karena itu cara ini juga sering disebut dengan cara Ogino-Knaus. Dasar pemikirannya adalah perempuan hanya dapat hamil selama beberapa hari saja dalam tiap daur haidnya. Masa tersebut disebut masa subur atau fase ovulasi itu dan terjadi sekitar 14 hari (toleransinya sekitar 2 hari) sebelum hari pertama haid yang akan datang.

Kendalanya adalah sulit bagi perempuan untuk menentukan masa suburnya, terutama bagi mereka yang masa haidnya tidak teratur. Banyak yang mengatakan cara ini adalah yang paling aman dan tidak mempunyai efek samping.

Kondom

Penggunaan kondom sudah dimulai sejak zaman Mesir kuno. Pada 1553, Gabrielle Fallopi melukiskan tentang penggunaan kantong sutera diolesi dengan minyak yang dipasang menyelubungi penis sebelum berhubungan seks dengan tujuan mencegah laki-laki dari penyakit kelamin.

Penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi baru dimulai pada abad ke-18 di Inggris. Pada mulanya kondom ini dibuat dari usus biri-biri dan dalam perkembangannya pada 1844, Goodyear berhasil membuat kondom dari karet. Kondom yang umumnya dipakai sekarang ini terbuat dari karet dan tersedia dengan ukuran dan warna yang beragam. Efektivitas kondom ini bergantung pada mutu dan ketelitian dalam penggunaannya.

Pessarium (Diafragma Vaginal dan Carnival Cap)

Pessarium merupakan kondom pada perempuan. Secara umum pessarium ini terbagi dua golongan, yakni diafragma vaginal dan carnival cap. Diafragma vaginal ini merupakan alat kontrasepsi yang terdiri dari kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan “per” elastis pada pinggirnya. Pinggir diafragma mudah dibengkokkan dan disisipkan di bagian atas vagina untuk mencegah sperma masuk ke saluran reproduksi bagian atas. Supaya efektif hendaknya dipakai jelly atau krim kontrasepsi untuk pembunuh sperma.

Diafragma ini harus tinggal dalam vagina selama 6 jam setelah melakukan hubungan seksual. Alat kontrasepsi yang satu ini paling cocok dipakai oleh perempuan dengan dasar panggul yang tidak longgar dan dengan tonus dinding vagina yang baik. Namun untuk penggunannya perlu diperiksa dahulu ukuran difragma yang sesuai.

Carnival cap terbuat dari karet atau plastik dan berbentuk mangkuk yang pinggirnya terbuat dari karet yang tebal. Ukurannya lebih kecil dari diafragma vaginal. Alat ini mulai jarang dipergunakan untuk kontrasepsi.

Spermatisida

Spermatisida yang dipakai untuk kontrasepsi terdiri atas dua komponen yaitu zat kimiawi yang mampu mematikan spermatozoa; dan vechikulum yang dipakai untuk membuat tablet, krim, atau jelly. Spermatisid berguna untuk mematikan sperma sebelum melewati serviks. Cara kerjanya dengan merusak membran sel sperma dan menurunkan mobilitas sperma serta kemampuan sperma di dalam membuahi ovum. Spermatisida terdiri dari bermacam bentuk seperti suppositorum, jelly atau krim, tablet busa dan tisu KB. Penggunanya masih sangat sedikit.

Pil

Ada tiga macam pil kontrasepsi yaitu: mini pil, pil kombinasi, dan pil pascasenggama. Selain mencegah terjadinya ovulasi, pil juga mempunyai efek lain terhadap traktus genitalis. Efeknya berupa perubahan-perubahan pada lendir serviks, sehingga menjadi kurang banyak dan kental. Dengan demikian sperma tidak bisa memasuki rongga rahim.Yang umum dipakai adalah pil kombinasi antara estrogen dan progesteron. Pil terbuat dari hormon sintetik.

Walau macamnya banyak tersedia dipasaran dan tingkat efektivitasnya sangat tinggi, tidak semua perempuan dapat menggunakan pil kombinasi untuk kontrasepsi. Keadaan yang tidak diperbolehkan menggunakan pil KB adalah:

  1. Perempuan yang mempunyai tumor yang dipengaruhi oleh estrogen
  2. Perempuan yang menderita penyakit hati yang aktif, baik akut maupun menahun
  3. Perempuan yang pernah menderita trombophlebitis, tromboemboli, dan kelainan cerebro-vaskuler
  4. Perempuan yang mempunyai penyakit diabetes melitus
  5. Perempuan yang mengalami depresi, migren, mioma uteri, hipertensi, oligomenorea. (Khusus untuk kondisi ini bersifat relatif dan pemberian pil kombinasi bagi perempuan yang mengalami kelainan-kelainan ini harus di diawasi secara teratur, sedikitnya sekali dalam tiga bulan).

Suntikan

Saat ini terdapat dua macam kontrasepsi suntikan. Pertama, golongan progestin seperti depoprovera, depogeston, depoprogestin, dan noristerat. Kedua, golongan progestin dengan campuran estrogen propionat, seperti cycloprovera. Obat ini bekerja dengan jalan menekan pembentukan hormon dari otak sehingga mencegah terjadinya ovulasi. Obat suntikan ini sangat cocok diberikan pada ibu-ibu yang sedang menyusui karena cara kerjanya tidak mengganggu laktasi.

Susuk/implan

Ada dua macam susuk yang biasa dipergunakan untuk kontrasepsi, yaitu norplan dan implanon. Norplan merupakan metoda kontrasepsi berjarak 5 tahun yang terdiri atas 6 kapsul silastik silikon berisi masing-masing 36 mg levonorgestrel dan disisipkan dibawah kulit. Implanon hanya berjarak 3 tahun dan berbentuk batang putih lentur dengan panjang 40 mm dan diameter 2mm dalam suatu jarum yang terpasang pada inserter khusus.

IUD (Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

Sekarang ini di pasaran terdapat berpuluh-puluh jenis IUD. Dari bahan bakunya IUD yang beredar terdiri dari tiga tipe. Ada yang terbuat dari plastik, mengandung tembaga, dan ada yang mengandung hormon steroid. Dari segi bentuknya, IUD terbagi ke dalam bentuk yang terbuka dan tertutup seperti cincin. Yang banyak dipergunakan dalam program KB masional adalah IUD jenis Lippes loop.

Dibandingkan dengan alat dan obat kontrasepsi yang lain, IUD mempunyai keunggulan karena hanya memerlukan satu kali pemasangan, tidak menimbulkan efek sistemik, ekonomis dan cocok untuk penggunaan secara masal, efektivitasnya cukup tinggi, dan mudah dilepas jika menginginkan anak (reversibel). Namun demikian, IUD bisa menimbulkan efek samping seperti pendarahan, rasa nyeri, kejang perut, dan gangguan atau ketidaknyamanan pada suami. Bahkan bisa menimbulkan infeksi pelvik dan endometritis.

Sterilisasi (tubektomi dan vasektomi)

Dalam prakteknya, sterilisasi dibedakan menjadi dua, yakni vasektomi dan tubektomi. Tubektomi merupakan upaya sterilisasi yang dilakukan terhadap perempuan dengan jalan menutup atau memotong indung telur dengan cara tertentu sehingga yang bersangkutan tidak dapat hamil lagi. Vasektomi adalah tindakan pengikatan atau pemotongan pada saluran sperma (vas deferens) yang mengakibatkan seorang laki-laki tidak bisa menghamili lawan jenisnya. Keunggulan sterlisasi ini diantaranya adalah efektivitasnya hampir 100 persen, tidak mempengaruhi libido seks, dan kegagalan dari pihak pasien hampir tidak ada.

PILIH YANG MANA?

Alat Kontrasepsi Yang Paling Banyak Dipakai (per 100 Akseptor)

ALAT KONTRASEPSI

1. KONDOM

2. PIL

3. SUNTIK

4. SUSUK/IMPLAN

5. IUD

6. VASEKTOMI

7. TUBEKTOMI

KEUNGGULAN

1. Kondom

Memberikan perlindungan terhadap penyakit kelamin

2. Pil

Siklus Haid teratur

Frekuensi Koitus tidak perlu diatur

Harga relatif murah

3. Suntik

Tidak mempengaruhi laktasi

4. Susuk/Implan

Kontrasepsi jangka panjang

5. IUD

Hanya satu kali pasang

Tidak menimbulkan efek sistemik

Cocok untuk penggunaan secara masal

Efektivitas cukup tinggi

Reversibel

6. Vasektomi

Kontrasepsi yang paling efektif

Dilakukan hanya satu kali

Tidak mempengaruhi libido

7. Tubektomi

Kontrasepsi yang paling efektif

Dilakukan hanya satu kali

Tidak mempengaruhi libido

EFEK SAMPING

1. Kondom

Alergi terhadap bahan pembuat kondom

2. Pil

Efek karena kelebihan estrogen (mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri pada payudara, keputihan)

Efek karena kelebihan progesteron (pendarahan tidak teratur, nafsu makan dan berat badan bertambah, cepat lelah, depresi, alopesia, libido kurang, jerawat, darah haid sedikit, keputihan)

Efek sampingan berat (Trombo-emboli, termasuk trombophlebitis, emboli paru-paru dan trombosis otak)

3. Suntik

Mengganggu siklus haid, yaitu pendarahan tidak teratur

4. Susuk/Implan

Mengganggu siklus haid, yaitu pendarahan tidak teratur dan amenore

5. IUD

Pendarahan

Rasa nyeri dan kejang perut

Gangguan pada suami

Ekspulsi (pengeluaran sendiri)

6. Vasektomi

Hampir tidak ada

7. Tubektomi

Hampir tidak ada

EFEKTIVITAS (PRAKTIS)

1. Kondom: 80 % - 90 %

2. Pil: 90 % - 96 %

3. Suntik: 95 % - 97 %

4. Susuk/Immplan: 97 % - 99 %

5. IUD: 94 % - 95 %

6. Vasektomi: 99,4 % - 99,8 %

7. Tubektomi: 99,5 % - 99,9 %

Data diperoleh dari:

http://www.humanmedicine.net/?id=186&m=read&s=article

Jumat, 23 Mei 2008

Ungkapan Kasih Ibu



Anakku,…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

Say No To Drugs


Bahaya narkoba atau narkotika telah diketahui secara luas. Namun masih, saja banyak yang doyan menikmati barang laknat itu. Kali ini eL-Ka, menguraikan apa saja sih yang termasuk dalam golongan narkoba dan bahayanya. Agar kita semua menghindarinya.

Mitra muda, tak dapat dipungkiri bahwa narkoba merupakan wabah paling berbahaya yang menjangkiti manusia di seluruh pelosok bumi. Tidak diragukan lagi, bahwa kelemahan iman dan ketidakbersimpuhan kepada Allah dalam segala kesulitan merupakan faktor terpenting yang mengkondusifkan kecanduan narkoba.

Manusia yang taat beragama pasti akan jauh dari neraka narkoba. Tidak mungkin dia akan mengulurkan tangannya pada narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun menyelundupkannya. Sebab, jalan narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah tidak mungkin bertemu dengan jalan setan.

Dr. Hassan Syamsi Pasya dalam bukunya yang berjudul Hamasa fi Udzun Syâb (Bisikan di Telinga Pemuda) menjelaskan bahwa jenis narkoba yang paling berbahaya adalah jenis narkotika yang menyebabkan ketagihan mental maupun organik, seperti opium dan derivasi turunannya.
Nama-nama dan jenis narkoba serta bahayanya antara lain:

1. Opium
Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.

Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.

Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastic. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.

2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.

Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.

3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.

Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.

Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.

4. Codeine
Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.

5. Kokain
Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.

Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.

Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.

Penggunaan kokain dalam dosis tinggi menyebabkan insomnia (sulit tidur), gemetar dan kejang-kejang (kram). Di sini, pecandu merasa ada serangga yang merayap di bawah kulitnya. Pencernaannya pun terganggu, biji matanya melebar, dan tekanan darahnya naik. Bahkan terkadang bisa menyebabkan kematian mendadak.

6. Amfitamine
Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.

Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.

7. Ganja
Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).

Pemakai ganja merasakan suatu kondisi ekstase yang disertai dengan tawa cekikikan dan terkekeh-kekeh tanpa justifikasi yang jelas. Dia mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan. Berbeda dengan peminum alkohol yang terkesan brutal dan berperilaku agresif, maka pemakai ganja seringkali malah menjadi penakut.

Dia mengalami kesulitan mengenali bentuk dan ukuran benda-benda yang terlihat. Pecandunya juga merasakan waktu berjalan begitu lambat. Ingatannya akan kejadian beberapa waktu yang lalu pun kacau-balau. Matanya memerah dan degup jantungnya kencang. Jika berhenti mengonsumsi ganja, dia akan merasa depresi, gelisah, menggigil dan susah tidur. Namun kecanduan ganja biasanya mudah dilepaskan. Dalam jangka panjang, pecandu ganja akan kehilangan gairah hidup. Menjadi malas, lemah ingatan, bodoh, tidak bisa berkonsentrasi dan terdorong untuk melakukan kejahatan.

Satu hal yang menarik, ternyata ulama-ulama Islam telah mengenal karakteristik hashish (ganja) dan mendeskripsikannya secara detail. Ibnu Hajar al-Haitsami misalnya menjelaskan, memakan daun ganja mengandung 120 macam bahaya yang bersifat agama dan dunia. Di antaranya, menyebabkan pikun (lupa), kematian mendadak, gangguan fungsi akal dan selalu gemetaran. Ganja juga menghilangkan rasa malu, muru’ah, kecerdasan, memutus keturunan, mengeringkan sperma dan menyebabkan impotensi.

Pengaruh Narkoba
Tidak diragukan lagi, kata Dr Pasya, bahwa pecandu narkoba pada dasarnya adalah orang mati di tengah orang-orang hidup. “Hanya saja, rohnya masih tetap menempel pada jasadnya dan dia terus bertarung sengit dengannya untuk tetap bertahan hidup,” ujar konsultan penyakit jantung di Rumah Sakit Angkatan Bersenjata King Fahd Saudi Arabia ini.

Narkoba benar-benar menyia-nyiakan waktu, menghilangkan akal sehat dan memasukkan pelakunya dalam kondisi ketidaksadaran yang menghalanginya untuk melaksanakan shalat dan ibadah lainnya. Bahkan terkadang menyeretnya untuk melakukan berbagai tindak kejahatan dan hal-hal yang diharamkan. Masih mau dibudak narkoba?